Rabu, 11 Februari 2015

Mendadak Mama


Semenjak pindah ke kota ini mengikuti big boss, saya mengalami penurunan keberhargaan diri. Hehehe serius sekali. Apa ya namanya, self esteem dalam bhs gahul. Sebelumnya saya full activitas akademik. Berpikir dan belajar dalam arti konvensional. Lelah jiwa raga, sampai kurang rasanya waktu 24 jam. Begitu banyak hal yang belum dicapai sedangkan hal tersebut seolah melambai-lambai minta digapai.
Untungnya saya termasuk orang yang mau berdamai dengan kondisi. Prinsipnya, tempat boleh dimana saja, tapi tetap harus belajar. Yak, belajar apapun. Meski terlhat sepele tapi sesuatu akn berbeda hasilnya antar yang diilmu dengan yang tidak. Okay, namanya juga ibu rumah tangga, aktivitas ga jauh-jauh sama menjahit, masak dan berkebun.
Cerita tentang masak tidak afdol tanpa berterima kasih pada pahlawan saya: mbah google. Segala maam resep dan tekni memasak ada. Tingal nyesuain aja sama sumberdaya kantog dan sumber daya alam. Hobi masak ini rpanya memberika indikasi yangposiif di rumah ini, makanan selalu tersedia dengan menu yang variatif. Sedangkan kontra indkasinya adalah… yang harusnya belanja bulanan jadi belanja mingguan. Oops terlalu semangat :D
Sekalian masak-memasak, saya juga belajar tentang food photography. Masakan dan foto, it perfect match!! Sayangnya oh sayangnya… hobi fotografi memerlukan too many effort. Mulai dari nyiapin property, mikiin gaya, nyari cahaya dan ngurusin kamera beserta file-nya. Pffhh… iya sih punya professional camera, tapi ribeettt… keburu diacak-acak sama bos kecil. lebih sering pake HP. Bisa langsung upload walaupun yaaa… gitu deh hasil epretan kamera 5 mp.
Here’s some pic I took
Selain masak dan jeprat-jepret, saya juga lagi seneng-senengnya gardening. Ya sebenernya ga bisa dibilang hobby baru juga sih. Keluarga kami emang suka berkebun. Kegiatan ini udah mulai dari saya masih SD tapi tidak dilakukan dengan istiqomah karena kesibukan kami masing-masing. Berkebunnya kalau pas mood aja. Sekarang karena udah jadi fully SAHM, hobi ini ditekuni lagi. Cerita tentang berkebun akan saya posting lain kali.
Kegiatan lain yang mulai bangkit adalah ngeblog sama post crossing. Sebenernya tiap hari udah bikin semacam jurnal gitu, tapi tersebar di beberapa media social. Baru kepikiran buat ngumpulin ide-ide yang berserakan ke dalam suatu blog yg mati suri ini.
Okay, segitu dulu cuap-cuap kali ini. I you enjoy my blog, dear Gala… :*


Selasa, 03 Februari 2015

Mendarat di Dunia Nyata


Setiap perjalanan pastilah berujung. Senang, sedih, kecewa,sakit hati, menang dan kalah dipergilirkan dalam masanya.

Dahulu ketika masih hijau, saya mulai belajar tentang mimpi. Saat itu mimpi terlihat sangat megah, agung dan tinggi. Segala sesuatu yang tidak terlihat dan tidak tersentuh hadir di dalam mimpi. Saya merajut mimpi dengan seseorang. Karena berbagi memberi rasa pada mimpi. Saat itu rasanya sangat manis.

But now, here I am. Lupakan tentang mimpi dan apapun itu yang dulu di awangawang. Kenyataannya sekarang saya 27, wife, psychologist and stay at hom mom for my lovely Galaboy. Realita hari ini memang tidak ter daftar dalam grand plannning saya 10 tahun yang lalu. But yes, I am totally happy. Bersyukur selalu dengan semua pemberian Allah SWT. Walau mungkin ada yang tidak saya inginkan, tetapi pastilah itu baik buat saya. Nerimo ing pandum. Itu adalah pelajaran pertama menjadi wanita.
 
Salam semangat dari secangkir cokelat hangat