Selasa, 12 Mei 2015

Fragmen #1 : Menunggu

Eve memandang lekat amplop biru di tangannya. Jarinya terkatup. Mata beningnya mengawang.
Bukankah suatu permintaan memang menuntun pada pemberian? Entah itu hari ini, esok atau lusa..
Nat sudah mengirimkan permintaan itu. Tertulis rapi layaknya biji mentimun berbaris.
Nat hanya tinggal menunggu. Tidak ada yang sulit dengan ini karena mempermainkan waktu adalah kebiasaannya. Lebih dari itu, ini adalah keahliannya. Satu hal yang selalu ia yakini, bahwa waktu adalah jawaban dari semua perkara.
Eve tersenyum simpul. Ia sebenarnya tidak tahu apa jawaban yg ia tunggu. Ah selalu begitu..
--------
May 2015
Pada suatu percakapan dengan kawan

Jumat, 08 Mei 2015

Trio Indonesian Sambal

Sambel temen makan wajib orang Indonesia. Walau masakannya udah pedes tapi seraga ga afdol kalau ga nyolek sambel. Hihihii..

Di rumah ibu pasti ada sambel di meja makan. Soalnya ayah ga bisa makan tanpa pedes-pedesan. Kalau ibu ga masak, berangkat sendirilah beliau ngulek sambel. Eits.. jamgan salah, sambelnya justru paling mantep di rumah ini. Nyoosshh..

Walau sekarang udah ga tinggal bareng mereka, tapi kebiasaan bikin sambel tetep kebawa. AGB sih ga pernah minta bikinin sambel. Tapi kalau ada ludes juga ��

Beberapa waktu yang lalu sempet bikin3 sambel berbeda. Mau lihat mana yang paling laris sekalian buat dijepret-jepret karena fotogenik hihihii... Ini resep-resepnya:

--Sambal Terasi Mentah--
Bahan: cabe rawit, cabe kriting merah, terasi goreng, garam, gula.
Cara membuat: Uleg semua bahan, jadideh... That easy!

--Sambal Bawang--
Bahan: cabe rawit, bawang putih, garam, minyak goreng.
Cara membuat: uleg cabe, bawang putih dan garam lalu siram dengan minyak panas.

--Sambal Brambang Lombok Ijo--
Bahan: cabe rawit hijau, bawang merah, garam, jeruk limau kalau suka.
Cara membuat: uleg cabe, bawang merah dan garam. Kucuri air perasan jeruk limau.

Gampang kan? Itu masih 3 varian. Indonesia punya banyyaaaakkkk varian lain. Yuks eksplore, dimulai dari dapur kita ��