Selasa, 28 Juli 2015

Fragmen #5 : Gagak hitam

Dia bagaikan gagak hitam. Tubuhnya renta. Sorot matanya gamang antara sadar dan hanyut di kegelapan.

Dia bagaikan gagak hitam. Nyanyinya parau dan tak didengarkan.

Dia bagaikan gagak hitam. Adanya tak dinantikan. Ketiadaannya dilupakan.

Oh lelaki baya,
Mengapakah kau menjadi gagak hitam diantara banyak jalan?
Mengapakah kau memengang erat peranan hingga akhir hayat?

Gagak hitam telah terbang
Namun jasadnya masih tertinggal di bebatuan

- Berpikir mendalam di Awal Juli 2015 -

Fragmen #4 : Kehilangan

Apa yang membuat sebagian orang tegar dalam kehilangan dan sebagian lagi lemah terkapar?
Bisa jadi keluasan hati dan kelapangan jiwa si empunya.
Bahwa kehilangan itu adalah niscaya. Mengapa sulit sekali menerima hukum alam ini. 
Kita mengalami kehilangan setiap hari. Kehilangan matahari saat senja dan kehilangan rembulan saat fajar tiba.
Lebih dari itu adalah waktu yg tak mungkin kembali.
Seseorang mencoba mengobati luka kehilangan dengan mencari pengganti. Orang lainnya membiarkan luka itu mengering tersapu angin.

Namun semua itu tak meniadakannya. Jejaknya akan terukir di sudut hati atau di sepenggal memori.
Sedangkan menerima itu lebih baik. Menerima kehilangan. Mengakuinya sebagai bagian dari perjalanan panjang. 


- sepi di keramaian -
suatu hari di bulan Juli

Senin, 06 Juli 2015

Fragmen #3 : Bahasa Mata

Mata kami sangat jarang bertemu. Namun aku tahu pasti, mata itu istimewa.

Ketika suatu hari kucuri masuk ke dalamnya, aku tersesat. Seperti memasuki maze yg rumit. Seolah tiada jalan keluar. Aku terperangkap.

Di mata itu tertulis ribuan kata yang tak terbahasakan suara. Iya, hanya dengan melihatnya kau akan mengerti. Disana terbaca dg jelas apa yg pemiliknya rasakan. Apakah dia gundah, gembira atau jatuh cinta.

Namun mata kami sangat jarang bertemu.

#inspirasi saat melihat matamu
07 Juli 15

Kamis, 02 Juli 2015

Es Nata Blewah

Hello... posting resep lagi nih mumpung lagi rajin. Resep ini juga diikutkan lomba kaya resep sebelumnya. Beda event sih... wish me luck yah. Mayan hadiahnya bisa dipake, ga perlu beli. Es-nya? dimakan dong... Aduh bener-bener linier sama job desc mamah-mamah berdaster macam saya ini :D

Es Nata Blewah

Bahan:
- blewah diserut
- es batu
- nata de coco (high quality ya, jangan yg merk abal-abal)
- sirup coco pandan

Cara Membuat:
Campur semua bahan ke dalam gelas. Aduk-aduk. Sajikan segera.

Betapa simple dan manisnya. AGB kalau buka puasa bisa habis es ini satu mangkok besar. Well..well..well.. emang doyan kayaknya


Rabu, 01 Juli 2015

Lemon Shortbread

Iseng ikutan challenge dg tema Lemon. Apa ya.. yg sehat dan kids friendly. Akhirnya bikin ini aja.
Terinspirasi dr "Old Fashioned Lemon Sugar Cookies" punya Martha Stewart dan "Almond Vanilla Shortbread" Farah Quinn.

Gampang dan rasanya enak. Segar aroma lemon menyatu dg manis gula dan gurih butter. Nyumm... si bocah suka lagi. Aasiiikk ^^

-- Lemon Shortbread --

Bahan:
- 110 gr mentega
- 100 gr gula halus
- 1/2 butir telur
- 170 gr terigu
- 1/2 sdt baking powder
- 1 sdm kulit lemon parut
- 1 sdm lemon juice

Cara membuat:
1. Kocok gula dan mentega hingga lembut.
2. Tambahkan telur, kocok kembali sebentar.
3. Tambahkan kulit lemon dan lemon juice.
4. Matikan mixer, masukkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk perlahan.
5. Diamkan adonan selama 30 menit di kulkas.
6. Cetak dengan scoop es krim. Tekan dg garpu. Taburi sedikit gula pasir.
7. Panggang dalam oven bersuhu 180 °C selama 10-15 menit.

Tahu Udang Teriyaki

Saya suka masak yg gampang dan simple soalnya punya bocah yg ga bisa diem. Ditinggal masak bentar udah pinter dandan pake bedak, dandanin kasur tapinya. Huwaaa...

Selera makan bocah ini sebenernya gampang kaya bapaknya. Cuma emaknya aja sih yg kalau makan kudu ganti lauk / sayur tiap waktu.

Kali ini berkreasi sama yg ada di kulkas aja. Udang dan tahu. Jadilah... taraaa..

Tahu Udang Teriyaki

Bahan:
- udang 1/4 kg
- tahu goreng 1/2 matang 5 potong
- bawang putih 5 biji
- daun bawang 2 helai
- bawang bombay 1/2 buah
- cabe merah 5 biji
- garam
- gula
- saori teriyaki

Cara membuat:
1. Geprek bawang putih. Lalu tumis hingga harum.
2. Masukkan bawang bombay dan daun bawang, aduk-aduk sebentar.
3. Masukkan tahu. Aduk lagi.
4. Bumbui dg garam, gula dan saos teriyaki.
5. Tambahkan sedikit air agar bumbu meresap.
6. Ketika mulai mendidih, tambahkan udang. Masak hingga udang kemerahan dan matang.
7. Angkat. Sajikan hangat.

Bener-bener praktis dan mengundang selera. Selamat mencoba xoxo

Senin, 29 Juni 2015

Strawberry Froyo Popsicle

Popsicle also well known as "es sunduk". It's one of my son favourite ice ever. What flavour does he like? Everything as long as there's stick on it :D
Yesterday, I made my homemade popsicle. No doubt, it's very simple yet delicious. Contain of only 3 ingredients: strawberry, yoghurt and condensed milk. Here's the recipe, check this out!
Ingredients
- 1 cup fresh or frozen strawberry,
- 2 cups plain yoghurt or strawberry yoghurt
- 2 tbsp condensed milk. You can also use honey or sugar. Something sweet.
Directions:
1. Mince or process strawberries in food processor. Do not over work. Just make it lil bit small size.
2. Mix all ingredients then pout it into popsicle containter. Don't forget to put stick on it.
3. Freeze for about 4 hours.
4. Enjoy with your special one.
Very easy right? Hope you'll make it someday. And let me know if you do so ^^

Homemade Apple Pie

Homemade Apple Pie

Saya selalu penasaran dengan yang namanya pai apel. Maklum, tinggal di atas bukit nan jauh di sana jauh dari peradaban. Hingga suatu hari di bulan Ramadhan, yaitu hari ini, saya nge-lab bikin eksperimen apple pie. Nyummy... walau crust-nya ga sempurna.

Resep curst saya nyontek Martha Stewart punya disini. Lalu fillingnya saya terinspirasi dari Gemma Stafford, Anna Olson dan Martha Stewart. Ga nyontek resepnya sih, cuma pake ilmu kebatinan aja. Raba-raba dan kira-kira.

Bahan Filling:
- 2 buah apel malang, kupas lalu iris tipis
- 1/4 cup gula palem (brown sugar)
- 1/4 cup gula pasir (bisa dikurangin jadi 2 sdm aja)   
- 1/2 sdt kayu manis bubuk (cinnamon)
- 1/4 sdt pala bubuk (nutmeg)
- maizena 1 sdm (tadi sih ga pake krn lupa)

Cara membuat:
1. Campur semua bahan filling di mangkok. Aduk-aduk hingga rata.
2. Tuang ke dalam adonan pie yang sudah ditata dalam mangkok pie dan sudah ditusuk-tusuk dengan garpu. Sebelumnya adonan pie didinginkan dulu ya
3. Tutupi bagian atas pie dengan adonan bentuk hati atau bentuk apapun. Bisa model yang menutupi seperti selimut, tetapi pastikan ada lubang udaranya biar uap apelnya bisa keluar.
4. Olesi crust dengan kuning telur.
5. Panggang dalam oven 180C selama 45 menit.





Semoga bermanfaat buat yang baca. Worth to try ini mah :) Happy fasting fellas xoxo


Minggu, 28 Juni 2015

CHOCO FRUIT PUDDING

--Choco Fruit Pudding--
Resep ala-ala MGB, jangan ditimpuk wajan ya... grin emoticon
Bahan:
- 1 bungkus agar-agar warna putih
- 1/4 cup gula pasir
- 250 ml susu cair
- 1/4 bar dark cooking chocolate (kira2 1/4 cup) potong kecil-kecil
- 400 ml air
- 2 sdm susu kental manis


Vla :
- 150 ml susu cair
- 2 sdm gula
- seujung sdt vanili
- 1 sdt maizena

Cara membuat:
1. Campur agar-agar, gula pasir dan air dalam panci. Panaskan sambil diaduk-aduk hingga mendidih.
2. Tambahkan susu uht. Kecilkan api. Tunggu hingga mendidih. Angkat.
3. Masukkan cokelat dan susu kental manis sambil diaduk-aduk cepat sampai cokelat leleh dan bercampur dg agar-agar.
4. Tuang ke dalam cetakan. Tunggu hingga dingin.
Vla:
1. Masak dg api kecil susu uht hingga mulai mendidih.
2. Larutkan maizena dan vanili dg sedikit air. Tambahkan ke dlm susu.
3. Aduk-aduk hingga mengental. Angkat.
Sajikan pudding yg sudah dingin dengan vla dan buah-buahan.

Fragmen #2 : Lelaki dan Bayang-bayang

Adalah Adam, seorang lelaki muda yang hidupnya penuh dengan gelora. Ia senang bertualang dan mencari tantangan-tantangan baru untuk ditakhulkan. Mendaki gunung, menyusur sungai, hingga berkenala ke tanah antah berantah ia lakukan.

Pada suatu pengembaraannya, Adam bertemu dengan gadis nan elok menawan. Parasnya jelita, matanya jernih bersinar. Ia adalah seorang gadis yang cerdas, Eli namanya. Tersiar kabar bahwa puluhan pemuda yang meminangnya selalu gagal karena syarat yang diberikan Eli.

Rupanya Adam jatuh hati pada pesona Eli. Ia pun berencana tinggal di kota itu dan hidup bersama Eli. Namun, rupanya Eli tidak tertarik pada Adam. Maka ketika Adam datang menemuinya, ia selalu memberikan tantangan yang sulit agar Adam berhenti mendatanginya.

Namun demikian, pada kenyataannya Adam selalu mampu memenuhi tantangan Eli. Hingga suatu ketika, Eli memanggil Adam. Ia meminta Adam membawakannya batu permata berbentuk bejana. Konon batu itu ada di suatu hutan terlarang. Hanya manusia terpilih yang bisa masuk dan menemukannya. Kebanyakan dari mereka yang mencoba memasukinya akan tersesat hingga menemui ajal atau berhasil keluar menuju daerah asing yang tak terbayangkan.

Adam adalah lelaki yang perkasa dan keras hati. Tantangan semacam itu justru membuatnya bersemangat. Ia sangat percaya diri dengan kemampuannya melebihi apapun. Maka ia memutuskan segera berangkat mencari permata itu.

Sebelum Adam berangkat, Eli berujar "Jika kau tersesat, carilah cahaya. Itulah yang kau cari".

Tiga hari Adam berada dalam hutan terlarang. Namun ia merasa tidak beranjak dari tempatnya semula. Tiada jalan masuk, juga tiada jalan keluar. Adam mulai bimbang. Lalu ia teringat pesan Eli untuk mencari cahaya. Ia ke sudut gua, tempatnya menyalakan perapian. Ia berharap menemukan petunjuk. Namun sayang yang ia lihat hanya bayangannya sendiri. Meliuk-liuk mengikuti gerakan angin yg meniup api.

Hari demi hari berlalu. Setiap hari ia mematut bayangannya sendiri. Lama kelamaan ia berbicara pada bayangannya. Ia merasa bahwa bayangannya adalah Eli sehingga ia memeluk dan tertawa bersama bayangannya. Berjam-jam ia habiskan untuk berbincang dengan bayangan.

Seiring waktu yg berlalu ia lupa akan permata itu. Kini ia mulai mengenal hutan dan.. bayangan. Sesuatu yg kau kejar walau dia ada di sampingmu. Sesuatu yg kau genggam walau dia tak pernah meninggalkanmu.

Selasa, 12 Mei 2015

Fragmen #1 : Menunggu

Eve memandang lekat amplop biru di tangannya. Jarinya terkatup. Mata beningnya mengawang.
Bukankah suatu permintaan memang menuntun pada pemberian? Entah itu hari ini, esok atau lusa..
Nat sudah mengirimkan permintaan itu. Tertulis rapi layaknya biji mentimun berbaris.
Nat hanya tinggal menunggu. Tidak ada yang sulit dengan ini karena mempermainkan waktu adalah kebiasaannya. Lebih dari itu, ini adalah keahliannya. Satu hal yang selalu ia yakini, bahwa waktu adalah jawaban dari semua perkara.
Eve tersenyum simpul. Ia sebenarnya tidak tahu apa jawaban yg ia tunggu. Ah selalu begitu..
--------
May 2015
Pada suatu percakapan dengan kawan

Jumat, 08 Mei 2015

Trio Indonesian Sambal

Sambel temen makan wajib orang Indonesia. Walau masakannya udah pedes tapi seraga ga afdol kalau ga nyolek sambel. Hihihii..

Di rumah ibu pasti ada sambel di meja makan. Soalnya ayah ga bisa makan tanpa pedes-pedesan. Kalau ibu ga masak, berangkat sendirilah beliau ngulek sambel. Eits.. jamgan salah, sambelnya justru paling mantep di rumah ini. Nyoosshh..

Walau sekarang udah ga tinggal bareng mereka, tapi kebiasaan bikin sambel tetep kebawa. AGB sih ga pernah minta bikinin sambel. Tapi kalau ada ludes juga ��

Beberapa waktu yang lalu sempet bikin3 sambel berbeda. Mau lihat mana yang paling laris sekalian buat dijepret-jepret karena fotogenik hihihii... Ini resep-resepnya:

--Sambal Terasi Mentah--
Bahan: cabe rawit, cabe kriting merah, terasi goreng, garam, gula.
Cara membuat: Uleg semua bahan, jadideh... That easy!

--Sambal Bawang--
Bahan: cabe rawit, bawang putih, garam, minyak goreng.
Cara membuat: uleg cabe, bawang putih dan garam lalu siram dengan minyak panas.

--Sambal Brambang Lombok Ijo--
Bahan: cabe rawit hijau, bawang merah, garam, jeruk limau kalau suka.
Cara membuat: uleg cabe, bawang merah dan garam. Kucuri air perasan jeruk limau.

Gampang kan? Itu masih 3 varian. Indonesia punya banyyaaaakkkk varian lain. Yuks eksplore, dimulai dari dapur kita ��

Selasa, 07 April 2015

Brownies Apel Havermut Gulaku

Boleh dibilang iseng atau kreatif, bisa juga hemat atau praktis. Saya punya hobi ngumpulin resep di balik kemasan bahan-bahan kue. Ada dari kemasan terigu, gula, dan margarine.

Pada suatu hari yang indah, ketemulah saya dengan Gulaku kuning yang di baliknya ada resep brownies. Setelah dilihat, diamati dan ditelaah dengan seksama, juga melongok ketersediaan bahan baku, maka diputuskan yuk bikin ini.

Pucuk dicinta, udang pun tiba. Karena kedudulan yg sempurna, saya ga tahu kalau resepnya ada yg salah. Di bahan ada telurnya tp di cara membuat kok telurnya ga dimasukin ya. Haih.. pada percobaan pertama si telur asal dimasukin aja campur sama coklat. Hasilnya wiiihh enyaakk bgt! Fudgy gitu istilahnya. Tapi buat aku pribadi terlalu manis. Makanya pada percobaan kedua si gula kukurangin takarannya. Hasilnya, not good. Kedudulan ini membawaku lupa kalau coklatnya juga kukurangin dan telurnya dikocok pake mixer. Oh my... kurang manis, mengembang, dan kelamaan ngoven jd ada pahit2nya gosong.

Baiklah, sebagai tukang roti abal-abal yg pantang menyerah, akhirnya bikin lagi percobaan ke 3. Coklatnya dikurangin jadi 250gr, gulanya dikurangin 2 sdm. Tapi ditambahin chocochips. Rasanya...jangan tanya. Endeuss banget!! Banyak yg suka dan terngiang-ngiang rasanya. Tsaahh..

Ini resep asli gulaku yg udah kubenerin cara masaknya. Check this out!

Bahan :
150 gr gulaku
165 gr mentega
360 gr coklat hitam, potong potong
3 butir telur
100 gr tepung terigu
1/2 sdt kayu manis bubuk
35 gr havermut
300 gr apel potong dua iris tipis
Selai Apricot
Cara membuat :
1. Lelehkan mentega matikan api.masukkan potongan coklat, aduk hingga coklat meleleh.
2. Masukkan gulaku dan telur yang sudah dikocok pelan sebelumnya. Aduk hingga rata. Masukkan
tepung terigu, kayu manis dan havermut . Aduk hingga rata kembali.
3. Tuangkan adonan kedalam loyang ukuran 22 x 22 cm yg telah dialasi kertas roti dan diolesi mentega.
4. Susun irisan apel, panggang dalam oven bersuhu 180 derajat selama 45 menit atau matang.
Sajikan

Kamis, 02 April 2015

Digejrot, digejrot, digejrot aja

Tahu yang satu ini namanya emang ga enak. Istilahnya itu loh, bikin nafsu makan hilang. Untung rasanya enak. Jadi khalayak tak lagi mempermasalahkan nama. Yah apalah arti sebuah nama, jika rasanya bisa bikin orang lupa (bayar :D)

Tahu gejrot pertamaku beli di Jogja. Di pertigaan ke arah Mranggen Kidul. Dasar aku penggila tahu, jd apapun yg bertahu pengen diicipin atu-atu. Waktu itu harganya 8 ribu. Cukup mahal ukuran tahu. Kirain cuma 5 ribu doang. Ya kalii..

Harga 8 ribu terbayar lunas begitu kucicipin rasanya. Wooww amazing. Bumbunya mirip pempek tp lebih sadis. Soalnya ada bawang mentah dan cabe rawit segambreng. Huuhh saat itu terbakarlah asmara di hatiku, kepada si tahu, bukan mamangnya..

Tahu gejrot ke dua beli di Monas. Waktu itu sama agb mau anter aku pulang ke kota Patria. Rasanya masih sama nikmat walau aku curiga asemnya dr peluh abang tahu ��

Sejak saat itu aku coba-coba bikin sendiri. Testernya tentu saja agb dan ada kakak sepupu yg doyan jajan. Gimana rasanya? Enduuesss booo' sambil huhah huhah mereka minta nambah hihihii..

Daaaan.. kemarin bikin lagi buat food photography project. This is it!

Tahu Gejrot

Bahan:
- tahu sumedang digoreng garing
- gula merah
- gula putih
- garam
- cabe rawit hijau
- cabe rawit merah
- bawang putih
- bawang merah
- asam jawa boleh diganti cuka

Cara membuat
- campur bahan kuah : gula merah, gula putih dan asam jawa. Masak sampai mendidih dan gula larut.
- uleg / tumbuk kasar bawang merah, bawang putih dan cabe. Beri sedikit garam.
- sobek-sobek tahu. Susun pada piring cekung atau mangkok. Masukkan bumbu uleg. Siram dengan kuah. Sajikan hangat.

Duh serius bgt nyimaknya. Btw, gampang kaan.. yuk buibu atau dek-adek yg pingin tahu gejrot, bikin sendiri aja. Murah, nikmat, sehat dan dijamin halal (kecuali tahunya nyolong ya).

Warm greeting from Depok, sempalan Bogor city ��

Rabu, 01 April 2015

Pudding Santan Strawberry

Bersyukurnya punya lifemate yang suka makan. Jadi apapun yg ku masak selalu dimakan. Now, I know why it didn't work with someone else hahaha.. ya keles cuma gara-gara makan doang :D

Diantara semua makanan, yang paling dia suka adalah puding. Lembut, kenyal dan dingin hmmm
... nyuummyy. Satu cetakan bisa diabisin sendiri sama dia!

Beberapa waktu yang lalu proyek food photography yg kuikuti bikin makanan berbahan kelapa. Aha! Langsung kepikiran puding santan. Trus buka-buka kulkas ada strawberry. Ih, cute bgt kalau mereka bersatu ^^

Setelah kutik-kutik di dapur, jadilaahhhh... ini taraaa...

Puding Santan Kelapa
Bahan:
- 1 bungkus agar-agar
- 1 cup santan kental
- 4 cup air
- 1 cup gula pasir
- 1/2 cup selai strawberry (yg ini aku bikin sendiri. Diganti jus strawberry juga boleh)

Cara membuat:
- campur semua bahan, aduk-aduk hingga rata.
- didihkan sambil terus diaduk-aduk jangan sampai santan pecah
- tunggu 3 menit sebelum dituang ke dalam cetakan

Selasa, 31 Maret 2015

Cilok apa Cilot?

Entah dari mana muasalnya, yang namanya aci jadi korban penganiayaan demi memuaskan keroncongan perut manusia. Ada yang menenggelmkannya dalam minyak panas, jadilah cireng, aci digoreng. Ada yang mencomol (apaan tuh mencomol) jadi cimol. Dan yang paling populer adalah jenis kekerasan colok mencolok yang terkenal dengan cilok. Penganiayaan ini begitu masif, terstruktur dan sistematis di negara kita ini sehingga si aci ini bisa ditemui dimanapun.

Namun demikian, tidak ada cilok di kota Blitar. Tampaknya orang Blitar tidak begitu suka dengan penganiayaan jenis ini. Mereka lebih suka dengan CILOT. Aci yang alot (halah... ya keles). Yasudah dari pada ngelantur semakin dalam, sebenarnya saya ingin membagikan resep cilok Bandung dan cilot Malang. Dua-duanya enak, tapi saya lebih suka cilot Malang sih..

Cilok Bandung / Cilok Goang
Resep by @dheye_dyah

bahan cilok:
1/2 tepung kanji
1/4 terigu
1 batang daun bawang (saya gak pake)
1 siung bawang putih haluskan
merica
garam
100 ml air kaldu

bahan isi:
ayam giling
1 siung bawang putih cincang halus
merica
garam
Rawit
Kencur

bahan kuah:
500 ml air
100 gr tulang tangkar ayam/ceker
3 siung bawang putih&6 buah rawit (sesuai selera) dihaluskan

bahan pelengkap:
siosin/ sawi ijo
Kol 5 lembar iris selera (gak pake)
Toge sesuai selera (gak pake)
Tomat

lanjut ke pembuatan: pertama adalah anda harus mencampurkan tepung kanji 1/2kg dengan tepung terigu 1/4kg, masukan irisan bawang daun dikit aja. Campurkan garam, bawang putih yg sdh dihaluskan, bubuk lada. lalu tuang air mendidih.
uleni adonan hingga bisa dipulung.

buat isian untuk cilok :
tumis bawang putih sampai harum,gerus cabe rawit dan kencur juga garam dan merica campurkan dengan ayam giling aduk aduk. tumis bersama bawang putih hingga tercampur masak ayam sampe berubah warna.

Abis itu bentuk bulatan-bulatan adonan cilok seukuran baso sedang dan isikan Ayam berbumbu.

lalu rebus adonan cilok, tunggu 20 menit hingga cilok mengembang, kemudian angkat dan tiriskan.

kuah:
didihkan air lalu masukan tulang tangkar ayam/ceker ayam
lalu masukan kaldu ayam ke rebusan tulang.
setelah mendidih masukan sawi, kol dan tauge hingga agak layu. matikan kompor dan tata cilok di atas mangkuk lalu siram dengan kuah.


Resepnya cilok goang tp ga pake kuah

Imut kan??? Warnanya memang putih menggemaskan. Tapi terlalu alot, gigiku agak kurang bersahabat. Makannya harus dlm keadaan panas, kalau dingin makin alot.

Next, ini resep Cilok Malang. So easy and tasty of course!!
Bahan:
- 1 cup daging giling
- 3/4 cup tepung sagu
- 1/4 cup tepung tapioka
- 1 butir telur ayam
- 5 siung bawang putih
- 2 sdt garam atau sesuai selera

Cara membuat:
1. Campur semua bahan sampai rata dengan tangan. Jika kurang lembek bisa ditambah air kaldu sampai bisa dibentuk.
2. Rebus sampai matang

Cilok Malang, lebih gregetttthh

Buat yang doyan penganiayaan thd aci, silahkan coba ya... jangan lupa apapun makannnya minumya tetep air juga (ya iya lah...)

Stay safe, stay healthy and don't forget to be awesome B-)

Sabtu, 28 Maret 2015

Resonansi Hati

Ganjil sekali mengingat bagaimana hati kita beresonansi
Adanya keyakinan yang sama walau tak pernah tersambung oleh kata
Kita belajar dalam bahasa fana yang entah
Terlalu absurd tuk dimengerti
Terlalu naif tuk dihakimi

Januari 2015

Insight | dari dan untuk sahabat yang sering berkata "aku tahu apa yang kau pikirkan" ;)

Wanita Yang Memulung Jejak-Jejak Romansa

Wanita yang Memulung Jejak-Jejak Romansa.

Dia telah berjalan dari kota tua hingga ujung dermaga. Demi mencari sebuah jawaban tentang arti sang Masa.

Rindu dan Masa sudah lama berpisah. Namun mengapa sangat sulit menembus batas antara keduanya. Wanita itu menghela napas. Menyeka keningnya yg rata. Berharap ada setitik saja asa dari gulitanya perkara ini.

Dipandangnya langit muram sore ini. Hening mengalunkan irama utk merangkai mozaik-mozaik makna yg terserak. Ini seperti kotak pandora. Ah, andai dia tidak harus mengenal Masa. Andai itu bukan Rindu. Mereka berdua.. betapapun keras mencoba, seperti hanya mengetuk-ngetuk dinding batu.

Ia tertunduk lesu. Masih dalam angan-angan kelabu.

Insight - 28th March, 2015
"Menuruti kata sahabat untuk menulis lagi. Here's the random gallery"

Rabu, 11 Maret 2015

Catatan Kecil Tentang Rosa

Hobi berkebun yang aku tekuni akhir-akhir ini bisa menjalankan perannya sbg hobi dengan baik. Yup, namanya hobi harus jadi sarana rekreasi, dilakukan dgn passion dan happy. Tanaman yang paling banyak di kebun miniku adalah mawar dan kaktus-kaktusan. Ada belasan pohon mawar dan puluhan kaktus-sukulen. Dari pengalaman 4 bulanan merawat mawar, ada beberapa cerita yang pingin aku bagi. Semoga bisa jadi inspirasi dan bermanfaat.. ^^

Koleksi mawar di kebun terasku, yippiee

Kenapa mawar? Simply beautiful. Hmm.. walau sebenernya ga sesimple itu sih ngerawatnya. Bibit mawar aku beli dari nursery sekitar sini aja, tapi ada juga yang nitip beli di kota lain dengan alasan harga yg lebih miring. Harga paling mahal 15rb/tanaman. Tapi kalau belinya banyak bisa diskon, tergantung kelihaian bersilat lidah. Ada yang 10rb-an, ada yang 20rb/3 pohon, dan yang termurah 5rb-an aakk... ini murah banget. Tapi belinya di Kota Batu, Malang.

Biasanya mawar dari nursery ditanam di polybag dengan media sekam. Tapi sebaiknya hindari sekam. Mereka kan pakai sekam biar ngirit, tapi kita kan hobiis masa iya segitunya. Kasian si mawarnya. Sekam itu ga ngikat air, jadi gampang bgt kering. Kalau ga ketahuan, misal ditinggal pegi ke luar kota gitu bisa layu. Media yang kupakai adalah media tanam jadi yang beli di nursery merknya SSS. Komposisinya campuran antara tanah, sekam halus, dan kompos. Disini media harus beli karena tanahnya lempung merah yang ga subur. Kalau di rumah mama sih ngorek tanah depan rumah juga jadi. Dijamin subur makmur ^^

Hal yang penting diperhatikan ketika mindahin mawar ke pot adalah ukuran pot dan keutuhan akar-akar mawar. Usahakan semaksimal mungkin akarnya ga ada yg kepotong atau tercabut. Sekamnya boleh diikutkan dikit yang nempel-nempel ke akar. Ruang sisanya dipenuhin media tanam sampai sisa seruas jari dari permukaan pot. Jangan lupa disiram kalau udah selesai dan tempatkan di tempat teduh dulu. Oh iya nanem mawar sebaiknya sore hari saat matahari udah ga terik menyengat, biar dia ga layu dan kita ga pusiang pala berbi kepanasan ^^

Sehari dua hari pasca repotting dia udah bisa ditaruh di tempat yang kita mau. Yang jelas harus dapat sinar matahari langsung. Menurut mbah google dia butuh sinar minimal 5-6 jam per hari biar tumbuhnya optimal. Kalau dia ditaruh di tempat panas, make sure medianya ga kering. Jadi disiramin aja tiap pagi dan sore. Kalau eike sih nyiramin pagi sekalian anter ayahnya anak-anak berangkat nguli dan sore sekalian nungguin ayahnya anak-anak pulang hehee... frekuensi dan volume penyiraman tergantung musim juga ya. Kalau hujan terus ya jangan banyak-banyak nanti bisa busuk. Mawar-mawar disini kalau hujan pada berteduh. Bukannya ga boleh sama sekali kena hujan, justru air hujan itu air siraman yang paling bagus. Tapi ga boleh overdosis sampe yang menggenang gitu. Soalnya kalau lagi berbunga, bunganya gampang gugur dan membusuk. Padahal kan kita orang pingin lihatin dia lama lama cuy.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemupukan dan pemangkasan. Karena aku tanam di dalam pot, jadi nutrisinya perlu diasup secara berkala. Pupuk yang selama ini kupakai adalah gandasil B dan NPK (perbandingan entah, beli gitu aja di nursery). Interval pemupukan gandasil 2 minggu sekali dengan dosis yang ga terlalu besar. Karena gandasil aplikasinya pada daun, sedangkan tidak semua tanaman mawar berdaun (habis dipangkas), aku siasati pake pupuk tanah NPK. Dosisnya 4-5 butir per taneman. Kalau kebanyakan nanti malah sakit, daunnya menguning trus berguguran. Udah pernah overdosis soalnya, hiks..

Dari pengamataku selama ini, jarak antara dua musim bunga kurang lebih 2 bulan. Itupun dengan catatan setelah bunganya layu langsug dipangkas. Pemangkasan ini penting untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Nah, selepas itu kita tinggal berdo’a semoga dari tunas-tunas baru ada yang berkuncup J Dari hasil belajar virtual dan pengalaman di lapangan, aku tahu ternyata ada namanya tunas liar (aku nyebutnya tunas X, biar sok misterius gitu) yang bisa ganggu pertumbuhan batang utama. Tunas ini tumbuhnya cepat, daunnya banyak, buku batangnya panjang, tapi ga memproduksi bunga. Ciri lainnya, dia menyembul dr dalam tanah tiba-tiba aja gitu atau dari bawah batang utama. Sejauh ini ada dua mawarku yang tumbuh tunas X. Pohon pertama kubiarin aja nunggu yakin, baru potong. Pohon ke dua langsung potong waktu tunasnya masih muda.

Ngomong-ngomong, mawar itu kan cantik ya. Maka seperti lazimnya orang cantik, ia pasti akan menarik  makhluk lain mendekat dan ganggu-gangguin. Jadi mawar ini disukai banyak hewan mulai dari belalang hijau, kutu kupret, dan cendawan. Cara meolongnya? Disemprot pestisida bisa. Tapi aku milih manual semanual2nya yaitu diilangin satu-satu hehee.. kedengaran kurang kerjaan? Iya bisa dibilang begitu. Setiap pagi dan sore aku periksa masing2 pohon, kalau ada hama dihilangin, kalau daunnya menguning atau menujukkan tanda penuaan dipotong, dan kalau medianya kering disiram. Apalagi kalau ada yg lagi berbunga, wuih bisa 3-4 kali sehari kuperiksa :p Karena kuncup iu rentan bgt. Serangga banyak yg suka ngisep cairannya. Dan kalau dia luka trus kena air jadi busuk ga jadi berbunga, atau berbunga dg kondisi cacat *seremm*

That’s all guys, segitu aja sharingku tentang mawar. Next post mau bahas tentang kaktus dan sukulen. Yaiyy!!! Soo excited!

Rabu, 11 Februari 2015

Mendadak Mama


Semenjak pindah ke kota ini mengikuti big boss, saya mengalami penurunan keberhargaan diri. Hehehe serius sekali. Apa ya namanya, self esteem dalam bhs gahul. Sebelumnya saya full activitas akademik. Berpikir dan belajar dalam arti konvensional. Lelah jiwa raga, sampai kurang rasanya waktu 24 jam. Begitu banyak hal yang belum dicapai sedangkan hal tersebut seolah melambai-lambai minta digapai.
Untungnya saya termasuk orang yang mau berdamai dengan kondisi. Prinsipnya, tempat boleh dimana saja, tapi tetap harus belajar. Yak, belajar apapun. Meski terlhat sepele tapi sesuatu akn berbeda hasilnya antar yang diilmu dengan yang tidak. Okay, namanya juga ibu rumah tangga, aktivitas ga jauh-jauh sama menjahit, masak dan berkebun.
Cerita tentang masak tidak afdol tanpa berterima kasih pada pahlawan saya: mbah google. Segala maam resep dan tekni memasak ada. Tingal nyesuain aja sama sumberdaya kantog dan sumber daya alam. Hobi masak ini rpanya memberika indikasi yangposiif di rumah ini, makanan selalu tersedia dengan menu yang variatif. Sedangkan kontra indkasinya adalah… yang harusnya belanja bulanan jadi belanja mingguan. Oops terlalu semangat :D
Sekalian masak-memasak, saya juga belajar tentang food photography. Masakan dan foto, it perfect match!! Sayangnya oh sayangnya… hobi fotografi memerlukan too many effort. Mulai dari nyiapin property, mikiin gaya, nyari cahaya dan ngurusin kamera beserta file-nya. Pffhh… iya sih punya professional camera, tapi ribeettt… keburu diacak-acak sama bos kecil. lebih sering pake HP. Bisa langsung upload walaupun yaaa… gitu deh hasil epretan kamera 5 mp.
Here’s some pic I took
Selain masak dan jeprat-jepret, saya juga lagi seneng-senengnya gardening. Ya sebenernya ga bisa dibilang hobby baru juga sih. Keluarga kami emang suka berkebun. Kegiatan ini udah mulai dari saya masih SD tapi tidak dilakukan dengan istiqomah karena kesibukan kami masing-masing. Berkebunnya kalau pas mood aja. Sekarang karena udah jadi fully SAHM, hobi ini ditekuni lagi. Cerita tentang berkebun akan saya posting lain kali.
Kegiatan lain yang mulai bangkit adalah ngeblog sama post crossing. Sebenernya tiap hari udah bikin semacam jurnal gitu, tapi tersebar di beberapa media social. Baru kepikiran buat ngumpulin ide-ide yang berserakan ke dalam suatu blog yg mati suri ini.
Okay, segitu dulu cuap-cuap kali ini. I you enjoy my blog, dear Gala… :*


Selasa, 03 Februari 2015

Mendarat di Dunia Nyata


Setiap perjalanan pastilah berujung. Senang, sedih, kecewa,sakit hati, menang dan kalah dipergilirkan dalam masanya.

Dahulu ketika masih hijau, saya mulai belajar tentang mimpi. Saat itu mimpi terlihat sangat megah, agung dan tinggi. Segala sesuatu yang tidak terlihat dan tidak tersentuh hadir di dalam mimpi. Saya merajut mimpi dengan seseorang. Karena berbagi memberi rasa pada mimpi. Saat itu rasanya sangat manis.

But now, here I am. Lupakan tentang mimpi dan apapun itu yang dulu di awangawang. Kenyataannya sekarang saya 27, wife, psychologist and stay at hom mom for my lovely Galaboy. Realita hari ini memang tidak ter daftar dalam grand plannning saya 10 tahun yang lalu. But yes, I am totally happy. Bersyukur selalu dengan semua pemberian Allah SWT. Walau mungkin ada yang tidak saya inginkan, tetapi pastilah itu baik buat saya. Nerimo ing pandum. Itu adalah pelajaran pertama menjadi wanita.
 
Salam semangat dari secangkir cokelat hangat