Hobi berkebun yang
aku tekuni akhir-akhir ini bisa menjalankan perannya sbg hobi dengan baik. Yup,
namanya hobi harus jadi sarana rekreasi, dilakukan dgn passion dan happy. Tanaman
yang paling banyak di kebun miniku adalah mawar dan kaktus-kaktusan. Ada
belasan pohon mawar dan puluhan kaktus-sukulen. Dari pengalaman 4 bulanan
merawat mawar, ada beberapa cerita yang pingin aku bagi. Semoga bisa jadi
inspirasi dan bermanfaat.. ^^
 |
| Koleksi mawar di kebun terasku, yippiee |
Kenapa mawar?
Simply beautiful. Hmm.. walau sebenernya ga sesimple itu sih ngerawatnya. Bibit
mawar aku beli dari nursery sekitar sini aja, tapi ada juga yang nitip beli di
kota lain dengan alasan harga yg lebih miring. Harga paling mahal 15rb/tanaman.
Tapi kalau belinya banyak bisa diskon, tergantung kelihaian bersilat lidah. Ada
yang 10rb-an, ada yang 20rb/3 pohon, dan yang termurah 5rb-an aakk... ini murah
banget. Tapi belinya di Kota Batu, Malang.
Biasanya mawar dari
nursery ditanam di polybag dengan media sekam. Tapi sebaiknya hindari sekam.
Mereka kan pakai sekam biar ngirit, tapi kita kan hobiis masa iya segitunya.
Kasian si mawarnya. Sekam itu ga ngikat air, jadi gampang bgt kering. Kalau ga
ketahuan, misal ditinggal pegi ke luar kota gitu bisa layu. Media yang kupakai
adalah media tanam jadi yang beli di nursery merknya SSS. Komposisinya campuran
antara tanah, sekam halus, dan kompos. Disini media harus beli karena tanahnya
lempung merah yang ga subur. Kalau di rumah mama sih ngorek tanah depan rumah
juga jadi. Dijamin subur makmur ^^
Hal yang penting
diperhatikan ketika mindahin mawar ke pot adalah ukuran pot dan keutuhan
akar-akar mawar. Usahakan semaksimal mungkin akarnya ga ada yg kepotong atau
tercabut. Sekamnya boleh diikutkan dikit yang nempel-nempel ke akar. Ruang
sisanya dipenuhin media tanam sampai sisa seruas jari dari permukaan pot.
Jangan lupa disiram kalau udah selesai dan tempatkan di tempat teduh dulu. Oh
iya nanem mawar sebaiknya sore hari saat matahari udah ga terik menyengat, biar
dia ga layu dan kita ga pusiang pala berbi kepanasan ^^
Sehari dua hari
pasca repotting dia udah bisa ditaruh di tempat yang kita mau. Yang jelas harus
dapat sinar matahari langsung. Menurut mbah google dia butuh sinar minimal 5-6
jam per hari biar tumbuhnya optimal. Kalau dia ditaruh di tempat panas, make sure
medianya ga kering. Jadi disiramin aja tiap pagi dan sore. Kalau eike sih
nyiramin pagi sekalian anter ayahnya anak-anak berangkat nguli dan sore
sekalian nungguin ayahnya anak-anak pulang hehee... frekuensi dan volume
penyiraman tergantung musim juga ya. Kalau hujan terus ya jangan banyak-banyak
nanti bisa busuk. Mawar-mawar disini kalau hujan pada berteduh. Bukannya ga
boleh sama sekali kena hujan, justru air hujan itu air siraman yang paling
bagus. Tapi ga boleh overdosis sampe yang menggenang gitu. Soalnya kalau lagi
berbunga, bunganya gampang gugur dan membusuk. Padahal kan kita orang pingin
lihatin dia lama lama cuy.
Hal lain yang perlu
diperhatikan adalah pemupukan dan pemangkasan. Karena aku tanam di dalam pot,
jadi nutrisinya perlu diasup secara berkala. Pupuk yang selama ini kupakai
adalah gandasil B dan NPK (perbandingan entah, beli gitu aja di nursery).
Interval pemupukan gandasil 2 minggu sekali dengan dosis yang ga terlalu besar.
Karena gandasil aplikasinya pada daun, sedangkan tidak semua tanaman mawar
berdaun (habis dipangkas), aku siasati pake pupuk tanah NPK. Dosisnya 4-5 butir
per taneman. Kalau kebanyakan nanti malah sakit, daunnya menguning trus
berguguran. Udah pernah overdosis soalnya, hiks..
Dari pengamataku
selama ini, jarak antara dua musim bunga kurang lebih 2 bulan. Itupun dengan
catatan setelah bunganya layu langsug dipangkas. Pemangkasan ini penting untuk
merangsang pertumbuhan tunas baru. Nah, selepas itu kita tinggal berdo’a semoga
dari tunas-tunas baru ada yang berkuncup J Dari hasil
belajar virtual dan pengalaman di lapangan, aku tahu ternyata ada namanya tunas
liar (aku nyebutnya tunas X, biar sok misterius gitu) yang bisa ganggu
pertumbuhan batang utama. Tunas ini tumbuhnya cepat, daunnya banyak, buku
batangnya panjang, tapi ga memproduksi bunga. Ciri lainnya, dia menyembul dr
dalam tanah tiba-tiba aja gitu atau dari bawah batang utama. Sejauh ini ada dua
mawarku yang tumbuh tunas X. Pohon pertama kubiarin aja nunggu yakin, baru
potong. Pohon ke dua langsung potong waktu tunasnya masih muda.
Ngomong-ngomong, mawar
itu kan cantik ya. Maka seperti lazimnya orang cantik, ia pasti akan
menarik makhluk lain mendekat dan
ganggu-gangguin. Jadi mawar ini disukai banyak hewan mulai dari belalang hijau,
kutu kupret, dan cendawan. Cara meolongnya? Disemprot pestisida bisa. Tapi aku
milih manual semanual2nya yaitu diilangin satu-satu hehee.. kedengaran kurang
kerjaan? Iya bisa dibilang begitu. Setiap pagi dan sore aku periksa masing2
pohon, kalau ada hama dihilangin, kalau daunnya menguning atau menujukkan tanda
penuaan dipotong, dan kalau medianya kering disiram. Apalagi kalau ada yg lagi
berbunga, wuih bisa 3-4 kali sehari kuperiksa :p Karena kuncup iu rentan bgt.
Serangga banyak yg suka ngisep cairannya. Dan kalau dia luka trus kena air jadi
busuk ga jadi berbunga, atau berbunga dg kondisi cacat *seremm*
That’s all guys,
segitu aja sharingku tentang mawar. Next post mau bahas tentang kaktus dan
sukulen. Yaiyy!!! Soo excited!