Minggu, 18 September 2016

Food Photography Project

Iyeeyy.. kemarin dapat kesempatan buat motretin makanan di rumah makan baru punya saudara. Seneng akhirnya bisa keluar rumah berkarya, melakukan hobi yang bermanfaat. Alhamdulillah..

Serunya udah dimulai dari hari sebelumnya karena dua anak kecil di rumah lagi sakit. Yang kecil demam krn imunisasi yang besar flu. Semaleman nggak nyenyak tidur kita.

Walaupun bgtu pagi-pagi tetap semangat buat berangkaatt. Lokasi rumah makannya di Bogor. Saya berangkat naik uber pagi-pagi. Segar sekali jalanan masih sepi, udara masih bersih hmm.. mood booster 💞

Sampai di lokasi rumah makannya belum beroperasi tentunya. Hihihii.. jalan-jalan sambil jeprat jepret di sekitar venue. Sampai yg punya warung datang baru kita mulai.

Utk projek pertama ini saya bawa perlengkapan dari rumah. Mulai dari properti foto macam piring-piring bambu, mangkok kayu, talenan, sendok, sampai alas-alas foto yang berat itu. Sayangnya saya lupa bawa garnish macam daun mint, kemangi & seledri. Biasanya kalau motret di rumah kan tinggal petik. Saya kira di rumah makan pasti ada lah ya.. Dan ternyata memang ada. Tapi layu, hwaaa 😢 Sempet nyesel juga sih.. tapi kita harus jaga mood ya nggak boleh terlarut.

Datang kepagian memang membawa untung buat saya. Selain bisa mengenal suasananya. Saya juga bisa milih spot yang pw. PW itu berarti nyaman buat saya & cahayanya bagus. Alhamdulillah kemarin mendung jadi tidak terlalu terik karena tempatnya semi outdoor.

Beberapa hari sebelumnya saya sudah minta daftar menu apa saja yang akan dipotret. Jadi saya punya spare waktu untuk berfikir dulu merumuskan konsepnya. Karena ini rumah makan Sunda, saya menawarkan konsep tradisional dengan peralatan makan bambu & kayu yang selaras dengan saung-saung di situ. Lalu saya meminta daftar apa saja yg perlu dipersiapkan dari sana. Misal garnish2 dan daun pisang. Setelah itu saya cari referensi foto-foto untuk menu tsb. Jadi di kepala ini sudah ada bayangan mau diapain itu makanan2 sedapnya. Yah.. walaupun eksekusinya lbh banyak improvisasi sih heheheee..

Oh ya, kalau motret makanan dalam jumlah banyak seperti ini wajib banget pakai tripod. Kenapa? Pertama, utk saving energy karena objeknya banyak & saya sekaligus jd food stylishnya, mana sendirian pula, jadi tenaga harus disayang-sayang ya. Kedua, agar angelnya tidak berubah. Khususnya utk jenis makanan yang sama. Misalnya, aneka sambal. Penataannya tetap, anglenya tetap cuma isinya yang berubah.

Terakhir, bagian yang ditunggu-tunggu, adalah kamera. Saya pakai kamera canon mirrorless M3. Lensa yg saya pakai tele 55-200mm. Sejauh ini saya puas bgt pakai gadget ini. Fitur-fiturnya useelful utk food photography. Ada layar bisa diputer 180° yang membuat saya ngga perlu ngintip-ngintip dari balik kamera. Karena liveview, saya bisa melihat hasilnya di layar. Jika kurang pas komposisinya tinggal geser2 baru tekan tombol shutter. Eh layarnya touch screen loh, tombol shutter bisa digantikan dg menyentuh layar. Jadi bisa mengurangi shaking. Atau kalau mau make remote shoot mode juga bisa. Remotenya beli? Enggak. Pakai hape android biasa juga bisa jd remote 😁

Selain itu, kamera ini dilengkapi wifi. Hasil bisa langsung ditransfer ke HP dan diupload deh.. Ngga perlu lepas2 memory, ngga perlu pakai kabel data, ngga perlu nyalain laptop. Tinggal sentuh sentuh sentuh ☝

Oh ya, kenapa saya pakai lensa tele, apakah ini lensa yg biasa utk food photography? Jawabnya adalah bukan. Hihihii.. karena lensa kitnya M3 ini 17-55mm & tele, saya pilih tele dong biar efek bokehnya berasa. Walaupun ngambilnya harus agak jauh dr objek. Sebenarnya lensa yg paling cucok itu, menurut saya, ya 50mm. Mantep bgt lah kalau lensa fix, tdk perlu diragukan. Hanya saja 50mm adanya seri ef, belum ada yg untuk mirrorless. Jadi harus memakai adapter lensa dulu. Kebetulan punya saya belum datang. Belum bisa menjajal kekuatannya. Ngga sabar deh kembali bergaul dg bokeh serekeh 😁

Well well well.. pasti penasaran sama hasil jepretannya ya.. nyoh sila dinikmati sambil elus-elus perut 😛



Kamis, 25 Agustus 2016

MGB Gardening Diary: Rosemary


Rosemary..
cantik ya namanya. Saya belum tahu kenapa tumbuhan satu ini diberi nama rosemary. Mungkinkah karena aromanya mirip bunga mawar? Menurut hidung saya sih tidak ya.. entahlah.. nanti saya cari tahu lagi

Tanaman rosemary pertama saya beli di Kampung Gajah Bandung tahun 2015. Buat anda pecinta tanaman, di sana itu seperti surga. Semua tanamnnya subur hijau. Bunga mekar berwarna-warni sepanjang jalan. Aaahh... bener-benar godaan imin! Harga 1 pot plastik waktu itu Rp.5000 saja. Bayang pun, goceng doang meennn!

berbagai macam cara telah saya lakukan untuk menyuburkan tanaman ini. Pertama saya taruh di tempat teduh, hidup sih.. tapi tidak subur banget. Lalu saya repotting jadi 2 pot. Ehh.. tidak beberapa lama ditempelin kutu kupret. Lalu saya pindah, taruh di tempat panas terik. Ternyata kutu kupretnya makin banyak. hiihh.. sebal!!

Saya coba buat pestisida alami dari air rendaman cabe, rendaman tembakau hingga sabun cuci yang disemprotkan (tapi saya siramkan sih, suka ga sabaran) ke daun-daun yang dihinggapi kutu. Tidak ada perubahan. Gemesss.. akhirnya saya telatenin ngambilin tuh kutu satu per satu. Daun yang sudah terinfeksi parah saya buang. Kutu bandel yang menempel di balik daun saya korek-korek pakai lidi. Sehari, dua hari, sampai berhari-hari tritmen ini menunjukkan hasil yang positif. Si Rosemary jadi sehat, kuat dan berstamina :-p

Setelah serangan kutu berakhir, tunas-tunas baru mulai muncul. Daun-daun terlihat segar dan sehat. Saya coba memotong batang yang cukup tua lalu direndam dalam botol kaca yang diisi air. Awalnya cuma iseng buat difoto. Lalu dia saya letakkan di tempat cuci baju untuk pemandangan. Beberapa minggu kemudian tumbuh serabut akar dari batang tersebut. Whuaa.. sumringahlah saya. Tanpa pikir panjang langsung saya tanam di media tanah. Saya letakkan di garasi yang tidak terkena sinar matahari langsung, tentunya dengan pengawasan ketat dari kutu kupret.

Ada tiga batang yang saya rendam air. Alhamdulillah semuanya sehat di media baru. Senangg...sekali!

Pada suatu hari temen-teman datang. Ada satu orang yang kepadanya saya telah menjanjikan akan memberi bibit mint. Tapi karena saya lupa dan si puhun mint belum dengan baik niat itu belum terlaksana. Sampai akhirnya si mint siap, saya gojekin bersama rosemary ini. Syukurlah teman ini bertangan dingin. Rosemary, mint dan basil yang saya kirimkan tumbuh dengan subur.

Benar kata pepatah, alam itu membawa kebaikan bagi yang bijak mengelolanya. Berbuat baiklah pd alam maka ia akan memberikan kejutan tak terduga untukmu. Ini pun juga berlaku untuk manusia ^__^

Sabtu, 16 Januari 2016

Sambal Oncom

Sarapan pagi ini... Kalau masak buat sarapan berasa ikut master chef, teenggggg waktu anda 10 menit lagiii 😅 Buat ngakalin itu, malam sebelumnya nyiapin bahan. Iris-iris, kupas-kupas, cuci-cuci sambil nonton AFC.
SAMBAL ONCOM

Bahan:
- 1 papan oncom, remas-remas
- 2 siung bawang putih
- 3 siung bawang merah
- 1 ruas kencur
- 1 genggam leunca
- 3 lbr daun jeruk
- 1 genggam daun kemangi
- cabe sesuai selera
- garam

Cara membuat:
1. Haluskan bawang merah, bawang putih, kencur, cabe.
2. Tumis bumbu halus hingga harum.
3. Tambahkan leunca, oncom & daun jeruk yg telah diiris-iris.
4. Bumbui dg garam. Jika rasa telah sesuai masukkan kemangi.

Senin, 11 Januari 2016

Nasi Uduk Easy Homemade

Sejak tinggal di deket ibu kota, tiap hari ga peduli pagi atau malem sering ketemu sama warung nasi uduk. Jadi bingung juga ini sebenernya santapan makan malam apa sarapan sih? Tapi yg namanya disini udah ga kenal waktu deh, semuanya serba ada serba buka 24jam.
Kemarin iseng nyobain nasi uduk di warung tenda. Rasanya enaakk bgt! Nasinya gurih (walau keras & agak kering), ayamnya habis goreng jadi so krispi (walau minyaknya entah dipake berapa kali), sambelnya nendang dipadu sama seger lalapan (ga tahu tuh dicuci apa enggak).
Sebenernya udah pengen nasi uduk dr dulu sih. Cuma karena hal-hal dalam kurung di atas, bapake ga ngasih izin makan.
Setelah sukses nyobain dg lidah sendiri (ya iyalahh), akhirnya hari ini eksekusi resep dari jeng gugel. Takaran pastinya ga ada. Kalau lihat resep masakan seringnya cuma lihat bahan dan cara buatnya aja. Takaran mengarang indah disesuain aja sama feeling dan mood (ceilee!)
Daann.. inilah hasil eksperimen hari ini. Taraaa... nasinya tentu saja lbh pulen, lembut dan bersih. Ayam gorengnya renyah di luar tp empuk di dalam krn dipresto. Sambel juga lumayan lah ya.. sebanding sama effortnya. Dan lalapan hasil metik di kebun sendiri. Organik bebas dr zat aneh-aneh dan dicuci dulu tentunya!
NASI UDUK
Bahan:
- 1 1/2 cup beras good quality
- 2 cup santan encer, usahakan pake santan homemade, bukan instan. Instan bolehlah buat campuran. Ini ngaruh bgt ke rasa gurihnya.
- 2 lembat daun salam
- 1 batang serai digeprek
- 1 lbr daun pandan kecil
- 1/2 sdm garam
Cara membuat:
1. Cuci bersih beras.
2. Masukkan santan dan bahan lain, aduk-aduk.
3. Masak di rice cooker hingga matang.
AYAM GORENG
Bahan:
- 1/2 ekor ayam
- 5 siung bawang putih
- 3 sdm garam
Cara membuat:
1. Masukkan semua bahan ke panci presto. Tambahkan air hingga seruas jari lebih tinggi dr ayamnya.
2. Presto 30-45 menit dengan api besar.
3. Tiriskan, lalu goreng hingga kecoklatan. Menggorengnya tdk perlu terlalu lama krn sudah ayam sudah matang. Tp jika suka ayam goreng yg garing bisa digoreng sampai semua permukaan mengeras coklat.
TELUR DADAR
Bahan:
- 2 butir telur
- 1/4 sdt garam
Cara membuat:
1. Kocok lepas telur dan garam.
2. Panaskan pan anti lengket, oles dg minyak.
3. Tuang adonan telur tipis2 ke pan, kembalikan sisanya ke mangkok. Jgn terlalu tebal krn bisa pecah saat digulung.
4. Masak dg api kecil hingga permukaan telur agak keras. Jgn terlalu keras krn sulit digulung.
5. Gulung perlahan, angkat, iris-iris.

SAMBAL TERASI MATANG
Bahan:
- segenggam cabe keriting merah
- 1/2 genggam cabe rawit
- 3 siung bawang merah
- 1 siung bawang putih
- 1/2 buah tomat matang
- 1 sdm gula putih
- 1 sdt garam
- 1 sdt terasi

Cara membuat:
1. Rebus cabe, bawang merah & bawang putih hingga lunak. Sekitar 7 menit.
2. Tambahkan tomat, gula, garam & terasi lalu haluskan dengan blender.
3. Tumis sambal dengan 3 sdm minyak hingga layu.

SELAMAT MENIKMATI

Minggu, 10 Januari 2016

Double Choco Pancake

Hai.. kali ini pas libur sekolah. Jadi bikin kuenya dipandu sama chef Galaboy. Ini resep modifikasi dari ig mba Jo @fourseasondelights. Rasanyaa nyumi nyumi enyak sekali.. terutama karena saus coklatnya yang meleleehh wuiihh..

Berikut step by stepnya ya... jangan lupa ikutin Chef Gala:

1. Campur 1 cup terigu, 1 sdt baking soda, 2 sdt gula, sejumput garam dan 2 sdm cokelat bubuk. Di wadah lain campur 1 cup susu cair, 2 sdm margarin leleh, 1 butir telur. 

2. Kocok bahan basah lalu tambahkan bahan kering. Aduk-aduk sampai tercampur rata gini loh... Trus minta mama masakin di teflon.

3. Clinggg.. udah dimasak sama mama. Sekarang tuangi saus cokelat ya.. bahannya cokelat blok leleh, mentega dan susu cair. Nyummm!! 4. Biar makin enak taburin cokelat chips.

5. Voilaaa!! Double Choco Pancake udah jadi. Aku seneng banget nih!

6. Kelihatan enak yaa... 

7. Yuk kita cicipin, nyuummm... aku sukaaa sekali sama cokelat.

Met liburan ya temen-temen jangan lupa stay happy and healthy ❤


Jumat, 08 Januari 2016

DIY Can Recycling

Di rumah banyak kaleng susu bekas bocil. Bingung mau diapain selain dibuat pot. Tapi kok risih ya kalau terlihat berkarat dan kotor. Akhirnya dengan sentuhan magic dicat aja pakai cat besi. Dan.. jadilah pot bunga yang super unyu ini.

Catnya cat besi biasa. Campur warna bold dengan warna putih biar jd pastel.

Untuk gradasi warna tosca gunakan cat putih, biru, hijau. Campur perlahan dan sedikit demi sedikit hingga terbentuk warna yg diinginkan. Setelah selesai mengecat satu kaleng, tambahkan sedikit warna bold (bisa hijau atau biru) agar menjadi warna baru.

Gradasi tosca : hijau, biru, putih
Orange: putih, kuning, merah

Gradasi ungu-pink: cat putih, merah, biru

Easy Peasy Pizza

Kenapa judulnya begitu karena emang bikinnya yang super gampaangg..

Tinggal pipihkan roti tawar, olesi dengan saus yang ada (bisa saus tomat, bbq, sambal, dll), taburi keju dan topping lain (sosis, bawang bombay, basil jika punya). Panggang di oven pada suhu 180 °C selama 15 menit.

Taraa.. jadi deh. Kriuk, krispi dan nyumi!!

Ala-ala margherita pizza

Corn & cheese topping