Selasa, 12 Mei 2015

Fragmen #1 : Menunggu

Eve memandang lekat amplop biru di tangannya. Jarinya terkatup. Mata beningnya mengawang.
Bukankah suatu permintaan memang menuntun pada pemberian? Entah itu hari ini, esok atau lusa..
Nat sudah mengirimkan permintaan itu. Tertulis rapi layaknya biji mentimun berbaris.
Nat hanya tinggal menunggu. Tidak ada yang sulit dengan ini karena mempermainkan waktu adalah kebiasaannya. Lebih dari itu, ini adalah keahliannya. Satu hal yang selalu ia yakini, bahwa waktu adalah jawaban dari semua perkara.
Eve tersenyum simpul. Ia sebenarnya tidak tahu apa jawaban yg ia tunggu. Ah selalu begitu..
--------
May 2015
Pada suatu percakapan dengan kawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar