Tahu yang satu ini namanya emang ga enak. Istilahnya itu loh, bikin nafsu makan hilang. Untung rasanya enak. Jadi khalayak tak lagi mempermasalahkan nama. Yah apalah arti sebuah nama, jika rasanya bisa bikin orang lupa (bayar :D)
Tahu gejrot pertamaku beli di Jogja. Di pertigaan ke arah Mranggen Kidul. Dasar aku penggila tahu, jd apapun yg bertahu pengen diicipin atu-atu. Waktu itu harganya 8 ribu. Cukup mahal ukuran tahu. Kirain cuma 5 ribu doang. Ya kalii..
Harga 8 ribu terbayar lunas begitu kucicipin rasanya. Wooww amazing. Bumbunya mirip pempek tp lebih sadis. Soalnya ada bawang mentah dan cabe rawit segambreng. Huuhh saat itu terbakarlah asmara di hatiku, kepada si tahu, bukan mamangnya..
Tahu gejrot ke dua beli di Monas. Waktu itu sama agb mau anter aku pulang ke kota Patria. Rasanya masih sama nikmat walau aku curiga asemnya dr peluh abang tahu ��
Sejak saat itu aku coba-coba bikin sendiri. Testernya tentu saja agb dan ada kakak sepupu yg doyan jajan. Gimana rasanya? Enduuesss booo' sambil huhah huhah mereka minta nambah hihihii..
Daaaan.. kemarin bikin lagi buat food photography project. This is it!
Tahu Gejrot
Bahan:
- tahu sumedang digoreng garing
- gula merah
- gula putih
- garam
- cabe rawit hijau
- cabe rawit merah
- bawang putih
- bawang merah
- asam jawa boleh diganti cuka
Cara membuat
- campur bahan kuah : gula merah, gula putih dan asam jawa. Masak sampai mendidih dan gula larut.
- uleg / tumbuk kasar bawang merah, bawang putih dan cabe. Beri sedikit garam.
- sobek-sobek tahu. Susun pada piring cekung atau mangkok. Masukkan bumbu uleg. Siram dengan kuah. Sajikan hangat.
Duh serius bgt nyimaknya. Btw, gampang kaan.. yuk buibu atau dek-adek yg pingin tahu gejrot, bikin sendiri aja. Murah, nikmat, sehat dan dijamin halal (kecuali tahunya nyolong ya).
Warm greeting from Depok, sempalan Bogor city ��
Tidak ada komentar:
Posting Komentar