Selasa, 28 Juli 2015

Fragmen #5 : Gagak hitam

Dia bagaikan gagak hitam. Tubuhnya renta. Sorot matanya gamang antara sadar dan hanyut di kegelapan.

Dia bagaikan gagak hitam. Nyanyinya parau dan tak didengarkan.

Dia bagaikan gagak hitam. Adanya tak dinantikan. Ketiadaannya dilupakan.

Oh lelaki baya,
Mengapakah kau menjadi gagak hitam diantara banyak jalan?
Mengapakah kau memengang erat peranan hingga akhir hayat?

Gagak hitam telah terbang
Namun jasadnya masih tertinggal di bebatuan

- Berpikir mendalam di Awal Juli 2015 -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar